Lupakan romantisme semifinal 2017 atau kejayaan 1998. Duel ini bukan lagi soal siapa yang ke final, tapi benturan dua model bisnis yang berdarah-darah mencoba relevan di bawah bayang-bayang uang minyak dan Premier League.
Jumat ini, di Stade Louis II, bukan hanya bola yang bergulir. Ini adalah bentrokan ideologis antara aristokrasi bebas pajak dan proletariat sepak bola Prancis yang tercekik pajak. Spoiler: Uang tidak selalu membeli 'grinta'.