Lupakan romantisme semifinal 2017 atau kejayaan 1998. Duel ini bukan lagi soal siapa yang ke final, tapi benturan dua model bisnis yang berdarah-darah mencoba relevan di bawah bayang-bayang uang minyak dan Premier League.
Lupakan skor akhir atau heroisme kiper. Pertarungan semalam bukan tentang sepak bola, melainkan pameran dingin efisiensi data. Apakah kita sedang menonton atlet, atau sekadar avatar yang diprogram untuk mematuhi probabilitas xG?