Bayangkan sebuah teknologi kuno yang memaksamu berhenti scrolling, berdiri tegak, dan menyinkronkan napas dengan orang asing. Bukan, ini bukan retreat yoga eksklusif di Bali. Ini adalah perlawanan bawah sadar kita terhadap kebisingan digital.
Jam menunjukkan pukul 19.45. Mata Anda perih dihajar cahaya biru, punggung kaku, dan jempol masih saja menggulir layar secara otomatis. Di sinilah 'Isya' hadir, bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan satu-satunya penghalang antara Anda dan kelelahan mental total.