Lupakan skor akhir. Pertandingan ini bukan tentang siapa yang mencetak gol lebih banyak, melainkan tentang seberapa dalam dompet negara dapat mengubah klub semenjana menjadi papan iklan geopolitik.
Setiap kali grafik emas membentuk garis vertikal, narasi kiamat dimulai. Tapi sebelum Anda menukar tabungan dengan logam mulia, mari kita lihat apa yang tidak dikatakan para pialang. Apakah ini lindung nilai yang cerdas, atau sekadar gelembung ketakutan yang dimanipulasi?
Lupakan narasi 'pesta demokrasi'. Bagi sekutu di Eropa dan Asia, Washington bukan lagi mercusuar harapan, melainkan sumber volatilitas terbesar. Ketika raksasa sibuk bertarung dengan bayangannya sendiri, dunia mulai mencari pintu keluar darurat.