Lupakan skor akhir sejenak. Apa yang kita saksikan di lantai kayu bukan sekadar perebutan bola oranye, melainkan benturan dua agama basket: improvisasi artistik melawan probabilitas matematika yang dingin.
Lupakan 'pick-and-roll'. Saat Golden State Warriors bertemu New York Knicks, kita tidak sedang menonton olahraga. Kita sedang melihat duel ideologis antara uang baru Silicon Valley dan arogansi lama Wall Street. Siapa yang peduli skornya jika valuasinya terus naik?