Saya duduk di VIP lounge stadion, menjauh dari gemuruh lautan suporter berbaju biru. Di sinilah pertarungan sesungguhnya terjadi. Bukan soal taktik di lapangan rumput, melainkan perputaran ratusan miliar rupiah di balik layar.
Anda pikir sepak bola murni urusan taktik di lapangan hijau? (Betapa naifnya). Di balik gemuruh tribun, tersembunyi manuver tingkat tinggi yang melibatkan maestro ekuitas swasta hingga jejaring modal Asia Tenggara. Bersiaplah, kita akan membedah dapur finansial Maung Bandung.
Lupakan sejenak formasi di atas kertas atau konferensi pers klise. Duel pamungkas antara Persib Bandung dan Persik Kediri di GBLA menyimpan sebuah operasi taktis bawah tanah.
Ketika fanatisme bertemu dengan manajemen korporat yang dingin, lahirlah raksasa ekonomi bernama Persib. Ini bukan lagi soal 90 menit di lapangan, tapi bagaimana sebuah kota dimonetisasi lewat cinta buta.
Jalanan Bandung macet total bukan sekadar gangguan lalu lintas; itu adalah tanda nadi ekonomi sedang berdenyut kencang. Di balik sorak-sorai Bobotoh, ada sirkulasi uang miliaran rupiah yang menghidupi semua orang, dari CEO hingga pedagang cuanki.