Sport

Alavés vs Girona: Saat Kereta Kencana Mulai Terlihat Seperti Labu

Dari himne Liga Champions ke angin dingin Vitoria. Duel di Mendizorrotza ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan ujian kejam apakah 'dongeng' Girona resmi berakhir di tangan realitas La Liga yang brutal.

CP
Chris PattersonJournalist
23 February 2026 at 08:05 pm3 min read
Alavés vs Girona: Saat Kereta Kencana Mulai Terlihat Seperti Labu

⚡ The Essentials

  • Konteks: Girona, sensasi musim lalu, kini terdampar di papan tengah (posisi ke-13) pada musim 2025/2026.
  • Arena: Mendizorrotza, benteng Alavés yang dikenal sebagai 'kuburan' bagi tim-tim yang kehilangan fokus.
  • Taruhan: Pembuktian Míchel apakah filosofi menyerangnya masih relevan tanpa elemen kejutan, atau apakah Luis García Plaza akan mengekspos kerapuhan mental mereka.

Bayangkan suasana setahun yang lalu. Di setiap sudut Catalonia, orang-orang membicarakan Girona seolah-olah mereka adalah reinkarnasi Ajax tahun 90-an atau Leicester City. Ada aura magis, sejenis debu peri yang membuat setiap tendangan melengkung masuk ke gawang dan setiap kesalahan lawan menjadi gol.

Sekarang, hapus semua itu. Ganti musik orkestra Liga Champions dengan suara angin yang menderu di Vitoria-Gasteiz. Selamat datang di realitas.

Pertandingan melawan Deportivo Alavés hari ini bukan lagi tentang perebutan gelar. Ini adalah pertarungan eksistensial. Sepak bola, dalam bentuknya yang paling murni dan kejam, memiliki memori yang sangat pendek. Tim yang musim lalu dipuja sebagai pembunuh raksasa, kini datang ke Mendizorrotza dengan kaki yang gemetar dan posisi ke-13 di klasemen yang menghantui seperti bayangan.

Sepak bola adalah siklus yang tak kenal ampun; kemarin Anda adalah Cinderella, hari ini Anda hanyalah tim lain yang mencoba menghindari degradasi mental.

Mengapa narasi ini berubah begitu drastis? Alavés adalah antitesis sempurna untuk menguji sisa-sisa mimpi Girona. Di bawah asuhan Luis García Plaza, Alavés tidak peduli dengan estetika 'tiki-taka' atau positional play yang rumit. Mereka bermain dengan grit, dengan fisik, dan dengan pragmatisme yang sering kali membuat tim-tim 'artistik' frustrasi. Mendizorrotza adalah tempat di mana seni sepak bola sering kali mati dicekik oleh efisiensi pertahanan.

👀 Mengapa 'Sihir' Girona Memudar Musim Ini?

Ada tiga faktor yang jarang dibicarakan secara terbuka:

  1. Eksodus Bakat (Brain Drain): Kehilangan pilar utama di jendela transfer musim panas lalu bukan hanya soal taktik, tapi soal kepemimpinan di ruang ganti.
  2. Sindrom 'Musim Kedua': Lawan sudah membedah taktik Míchel. Video analis Alavés tahu persis kapan harus menekan build-up berisiko mereka.
  3. Kelelahan Eropa: Skuad yang tidak terbiasa bermain dua kali seminggu (Liga & Eropa) mengalami kelelahan mental yang masif. Kaki mereka berat, keputusan mereka lambat.

Apa yang membuat duel ini menarik bukanlah angka di papan skor nanti, melainkan benturan psikologisnya. Bagi Alavés, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin taktis bisa mengalahkan sisa-sisa hype media. Mereka mencium bau darah. Mereka tahu Girona sedang rapuh.

Sementara bagi Míchel dan pasukannya, kemenangan di kandang Alavés—salah satu stadion paling bermusuhan di Spanyol—akan menjadi pernyataan. Bukan pernyataan juara, tapi pernyataan bertahan hidup. Bahwa mereka belum habis. Bahwa dongeng itu mungkin sudah selesai, tapi bukunya belum ditutup.

Apakah kita akan melihat kebangkitan kembali tim yang dulu membuat kita bermimpi? Atau akankah Alavés menjadi jam lonceng yang berbunyi tepat tengah malam, memaksa Girona kembali menjadi tim semenjana? Di La Liga, tidak ada yang peduli dengan cerita masa lalu Anda; mereka hanya peduli seberapa keras Anda bisa dipukul hari ini dan tetap berdiri.

CP
Chris PattersonJournalist

Journalist specialising in Sport. Passionate about analysing current trends.