Society

Seni Mengejar Maghrib: Strategi Buka Puasa di Tengah Kekacauan Waktu

Jam menunjukkan pukul 17.45. Anda terjebak di antara deru knalpot dan aroma gorengan pinggir jalan yang menggoda iman. Detik-detik menuju buka puasa bukan sekadar pergantian angka digital; ini adalah olahraga ekstrem emosional.

JW
Jennifer WilsonJournalist
22 February 2026 at 11:01 am3 min read
Seni Mengejar Maghrib: Strategi Buka Puasa di Tengah Kekacauan Waktu

Mari kita jujur sejenak. Tidak ada relativitas waktu yang lebih nyata daripada satu jam terakhir sebelum azan Maghrib. Fisikawan mungkin berdebat soal lubang hitam, tapi mereka belum tentu pernah merasakan bagaimana jarum jam seolah membeku tepat di pukul 17.30, saat perut mulai menyanyikan lagu keroncong yang sumbang.

Dinamika waktu berbuka puasa di Indonesia bukan sekadar soal astronomi; ini adalah perpaduan antara geografi yang luas, kemacetan urban yang tak kenal ampun, dan kebingungan digital.

Ilusi Waktu dan Geografi

Kita sering lupa bahwa matahari tidak peduli dengan jadwal rapat Zoom atau jam pulang kantor Anda. Pergeseran waktu berbuka puasa terjadi setiap hari—biasanya maju atau mundur satu hingga dua menit seiring berjalannya bulan Ramadan (tergantung posisi matahari terhadap garis khatulistiwa).

Bayangkan ini: kerabat Anda di Banyuwangi sudah menyeruput es buah dengan nikmat, sementara Anda di Jakarta Barat masih menatap langit yang baru mulai memerah dengan tatapan nanar. Perbedaan bujur ini menciptakan "zona waktu psikologis" yang unik.

KotaAwal Ramadan (Estimasi)Akhir Ramadan (Estimasi)Status Mental
Jayapura17:4317:39Pemenang (Buka duluan)
Surabaya17:4117:30Optimis
Jakarta18:0517:55Menahan Sabar
Banda Aceh18:5018:52The Real Warrior

Jebakan "Adzan TV" dan Aplikasi Pintar

Di era saku digital, kita semua punya jadwal imsakiyah di genggaman. Namun, pernahkah Anda mengalami momen panik ketika aplikasi A mengatakan sudah waktunya, tapi aplikasi B masih menyuruh menunggu 2 menit lagi? Atau lebih parah: mendengar suara bedug di TV streaming, padahal itu siaran tunda atau streaming dari stasiun Jakarta sementara Anda sedang dinas di Bandung?

Kekacauan informasi ini nyata. Keakuratan menjadi barang mewah.

👀 Mitos atau Fakta: Boleh buka puasa ikut adzan TV?
Ini jebakan klasik. Jawabannya: Hati-hati. Waktu berbuka puasa berbasis pada lokasi Anda berpijak, bukan lokasi studio stasiun TV. Jika Anda di Semarang dan menonton TV Jakarta yang menayangkan adzan lebih lambat, Anda rugi waktu. Sebaliknya, jika Anda di Jakarta dan menonton siaran langsung dari Surabaya, puasa Anda bisa batal sebelum waktunya. Selalu gunakan referensi waktu lokal atau lihat matahari terbenam secara langsung (jika tidak tertutup gedung pencakar langit).

Strategi Bertahan Hidup

Menemukan jadwal buka puasa itu mudah; yang sulit adalah menyinkronkannya dengan realitas jalanan. "War Takjil" (fenomena berburu takjil yang kini lintas agama) membuat lalu lintas semakin padat di jam kritis.

Apa yang jarang dikatakan orang adalah pentingnya "Manajemen Logistik Darurat". Jangan pernah percaya estimasi Google Maps pada pukul 17.00. Selalu siapkan air mineral dan kurma di tas. Bukan karena takut kelaparan, tapi untuk menghindari rasa frustrasi psikologis saat adzan berkumandang dan Anda masih terjebak di lampu merah, hanya bisa menatap pedagang gorengan dari balik kaca mobil.

Pada akhirnya, buka puasa bukan sekadar soal presisi menit dan detik. Ia adalah momen kolektif di mana jutaan orang secara serentak menghela napas lega, melepaskan dahaga, dan melupakan sejenak bahwa besok pagi siklus "menunggu" ini akan dimulai lagi.

JW
Jennifer WilsonJournalist

Journalist specialising in Society. Passionate about analysing current trends.