Cultura

ANTM: Kontrak 'Neraka' dan Trauma yang Disembunyikan Tyra Banks

Lupakan kilat kamera dan pose 'fierce'. Di balik senyum Tyra Banks, ada mesin penggiling mental yang bekerja lembur. Kita bicara soal gaji di bawah standar, manipulasi psikologis, dan kontrak yang membuat Anda berpikir dua kali untuk mengejar mimpi.

SN
Sofía NavarroPeriodista
26 de enero de 2026, 05:013 min de lectura
ANTM: Kontrak 'Neraka' dan Trauma yang Disembunyikan Tyra Banks

Anda pikir Anda sedang menonton kompetisi modeling elit? Lucu sekali. Jika Anda pernah bekerja di belakang layar produksi reality show awal 2000-an, Anda tahu persis bau apa yang tercium di sana: campuran hairspray murah, keringat dingin, dan keputusasaan yang dimonetisasi.

Mari kita luruskan satu hal (ini rahasia umum di kalangan produser, tapi jarang sampai ke telinga penonton): America’s Next Top Model (ANTM) tidak pernah dirancang untuk mencari supermodel berikutnya. Itu adalah sub-plot. Tujuan utamanya? Menciptakan tikus laboratorium yang fotogenik dalam lingkungan bertekanan tinggi.

"Kami tidak mencari wajah cantik. Kami mencari titik hancur seseorang." — Mantan produser anonim (bukan, bukan yang Anda pikirkan).

Ilusi 'Golden Ticket'

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa pemenang ANTM jarang sekali—hampir tidak pernah—menjadi wajah Gucci atau Prada? Karena industri mode yang sebenarnya memandang alumni acara ini sebagai lelucon. Tapi para gadis muda yang mengantre audisi itu tidak tahu.

Mereka menandatangani kontrak yang tebalnya bisa menyaingi novel Tolstoy tanpa pengacara yang layak. Anda pikir mereka dibayar selayaknya bintang TV? Coba pikir lagi. Desas-desus di lorong industri menyebutkan angka $40 per hari untuk makanan. Ya, Anda tidak salah baca. Sementara acara ini meraup jutaan dolar dari iklan, para kontestan pada dasarnya membayar untuk dipermalukan secara nasional.

👀 [Buka Dokumen] Apa isi klausul kontrak yang paling gila?

Berdasarkan bocoran dari beberapa siklus (cycle), kontrak tersebut mengerikan:

  • Hak Atas Citra Seumur Hidup: Produksi memiliki hak atas rekaman tersebut selamanya. Di seluruh alam semesta (secara harfiah tertulis "throughout the universe").
  • Resiko Fisik: Kontestan mengakui bahwa mereka bisa saja cedera atau mati, dan tidak bisa menuntut produksi. Ingat tantangan berjalan di atas conveyor belt atau di dalam air es?
  • Isolasi Total: Tidak ada telepon, tidak ada internet, tidak ada kontak dengan dunia luar. Tujuannya? Paranoia instan.

Psikologi di Ruang Editing

Saya ingat melihat rush (rekaman mentah) dari salah satu musim. Apa yang Anda lihat di TV adalah hasil jahitan yang sangat rapi. Editor adalah tuhan di sini. Mereka bisa membuat gadis paling manis terlihat seperti penjahat sosiopat hanya dengan memotong reaksi mata dan menambahkan efek suara 'ular'.

Tyra Banks, dengan segala hormat pada kemampuan bisnisnya, adalah master manipulator dalam skenario ini. Momen "I was rooting for you!" yang legendaris itu? Itu bukan sekadar ledakan emosi. Itu adalah penegasan kekuasaan. Dia memposisikan dirinya sebagai ibu, mentor, sekaligus algojo. (Sangat Machiavellian, jika Anda tanya saya).

Makeover atau Trauma?

Bagian paling sadis selalu episode makeover. Ini bukan tentang "fashion high-end". Mencukur habis rambut kontestan atau memaksa mereka menutup celah gigi (gap tooth) bukan untuk membuat mereka lebih laku di pasar.

Itu untuk satu hal: Air mata.

Produser tahu bahwa menghancurkan identitas fisik seseorang adalah cara tercepat untuk meruntuhkan pertahanan mental mereka. Saat pertahanan runtuh, drama dimulai. Dan drama, kawan, adalah satu-satunya mata uang yang berlaku di jaringan TV kabel.

Jadi, ketika kita melihat kembali warisan ANTM hari ini, jangan lihat pose-pose itu. Lihatlah mata mereka yang kosong setelah 16 jam syuting tanpa tidur yang cukup. Industri mode memang kejam, tapi apa yang terjadi di panggung suara Los Angeles itu adalah sesuatu yang jauh lebih gelap.

SN
Sofía NavarroPeriodista

Periodista especializado en Cultura. Apasionado por el análisis de las tendencias actuales.