Tech

Jejak 'X': Saat Algoritma Merampok Identitas Anda (Tanpa Izin)

Berhenti berpura-pura bahwa 'Mode Incognito' menyelamatkan Anda. Di balik layar kaca yang berkilau, ada mesin raksasa yang tidak hanya mencatat apa yang Anda klik, tetapi bagaimana perasaan Anda saat melakukannya. Selamat datang di era di mana neurosis Anda adalah komoditas.

DR
Damien RocheJournaliste
23 janvier 2026 à 17:013 min de lecture
Jejak 'X': Saat Algoritma Merampok Identitas Anda (Tanpa Izin)

Mari kita hentikan kenaifan ini sejenak. Anda mungkin berpikir bahwa menolak cookies di situs web berita membuat Anda aman, atau menggunakan VPN membuat Anda menjadi hantu digital. Itu adalah dongeng pengantar tidur yang manis. Realitasnya? Jauh lebih brutal dan intrusif.

Algoritma tidak lagi sekadar melacak 'X' (variabel lokasi atau riwayat pembelian Anda). Mereka melacak 'X' sebagai keseluruhan eksistensi psikologis Anda. Kita telah berpindah dari era pengumpulan data ke era prediksi perilaku. Dan jujur saja, akurasinya menakutkan (bahkan lebih menakutkan daripada ramalan bintang yang biasa Anda baca diam-diam).

"Mereka tidak lagi menjual data Anda. Itu cara lama. Yang mereka jual sekarang adalah 'kepastian masa depan'—jaminan matematis bahwa Anda akan membeli sepatu itu, atau memilih kandidat itu, pada hari Selasa pukul 14.00."

Bukan Apa yang Anda Klik, Tapi Bagaimana Anda Mengkliknya

Pernahkah Anda mendengar tentang behavioral biometrics? Ini bukan tentang pemindaian retina ala film mata-mata. Ini adalah tentang bagaimana jari Anda menyentuh layar ponsel. Seberapa cepat Anda menggulir feed saat bosan? Berapa milidetik keraguan Anda sebelum menekan tombol 'Beli'?

Setiap keraguan mikroskopis itu dicatat. Algoritma tahu Anda sedang cemas, sedang jatuh cinta, atau sedang bangkrut, seringkali sebelum Anda sendiri menyadarinya. Ponsel Anda memiliki akselerometer yang mencatat tremor halus di tangan Anda. Apakah itu gejala kelelahan? Atau tanda awal Parkinson? Jangan salah, perusahaan asuransi (dan penawar data tertinggi) sangat ingin tahu.

👀 Apa yang 'Mouse' Anda Katakan Tentang Kesehatan Mental Anda?

Studi menunjukkan bahwa pergerakan kursor yang tidak menentu atau seringnya 'hover' (mengambang) di atas elemen tertentu tanpa mengklik dapat dikorelasikan dengan tingkat kecemasan yang tinggi atau keraguan diri. Jika kursor Anda sering bergerak lambat di malam hari di situs belanja, algoritma menandai Anda sebagai 'vulnerable consumer'—konsumen rentan yang siap dimangsa iklan impulsif.

Profil Bayangan: Hantu yang Anda Beri Makan

Mungkin Anda berkata, "Ah, saya tidak punya akun media sosial." Betapa lugunya. Perusahaan teknologi besar membangun apa yang disebut Shadow Profiles (Profil Bayangan). Teman Anda yang mengunggah foto bersama Anda? Data kontak di ponsel mereka yang disinkronkan? Semuanya membentuk siluet digital Anda.

Anda dikelilingi oleh jaring tak terlihat. Setiap interaksi digital adalah goresan kuas pada lukisan diri Anda yang dimiliki orang lain. Dan bagian terburuknya? Tidak ada tombol 'opt-out' untuk ini. Regulasi seperti GDPR seringkali hanyalah stiker luka pada pendarahan arteri; birokrasi yang memperlambat tapi tak menghentikan mesin penyedot data ini.

Komodifikasi Jiwa

Jadi, apa yang sebenarnya dipertaruhkan di sini? Bukan hanya privasi—kata itu sudah kehilangan maknanya. Yang dipertaruhkan adalah otonomi manusia. Jika setiap langkah Anda diantisipasi dan dimanipulasi oleh umpan balik algoritmik yang dirancang khusus untuk memicu dopamin atau rasa takut Anda, apakah Anda benar-benar membuat keputusan sendiri?

Mungkin sudah waktunya kita berhenti khawatir tentang robot yang akan menembak kita di masa depan, dan mulai khawatir tentang algoritma yang sedang memprogram ulang keinginan kita saat ini. Kita bukan lagi pengguna; kita adalah bahan bakar.

DR
Damien RocheJournaliste

Geek, hacker et prophète à temps partiel. Je vous explique pourquoi votre grille-pain va bientôt dominer le monde. L'IA, la crypto et le futur, c'est maintenant.