X: Ilusi Kebebasan dan Kanibalisme Perhatian di Bawah Rezim Musk
Kita dijanjikan alun-alun kota digital yang bebas, sebuah utopia 'Free Speech'. Namun, apa yang terjadi ketika algoritma dirancang bukan untuk kebenaran, melainkan untuk kemarahan? Selamat datang di X, di mana validasi kini bisa dibeli seharga $8 dan disinformasi menyebar lebih cepat daripada cahaya.

Mari kita hentikan kepura-puraan ini sejenak. Narasi resmi yang didengungkan dari markas besar X di San Francisco adalah tentang pembebasan. Elon Musk, sang penyelamat (menurut versinya sendiri), membebaskan 'burung biru' dari sangkar sensor 'woke'. Namun, bagi siapa pun yang bersedia melihat melampaui meme dan retorika bombastis, realitasnya jauh lebih suram. X bukan lagi alun-alun kota; ini adalah koloseum gladiator di mana perhatian anda adalah darah yang ditumpahkan.
Apakah kita benar-benar percaya bahwa 'Free Speech Absolutism' adalah tujuan akhirnya? Atau itu hanya kedok brilian untuk deregulasi konten demi memangkas biaya moderasi manusia yang mahal?
“Kebebasan berbicara tidak berarti kebebasan menjangkau (freedom of reach).” — Klaim resmi X. Namun, data menunjukkan bahwa akun premium berbayar mendapatkan prioritas algoritmik, terlepas dari validitas faktual konten mereka.
Matriks Disinformasi Berbayar
Dulu, tanda centang biru adalah simbol verifikasi identitas (meski elitis, saya akui). Sekarang? Itu adalah tanda terima pembayaran. Perubahan ini tampaknya sepele, tetapi implikasinya sangat mengerikan bagi ekosistem informasi global. Dengan memonetisasi visibilitas, Musk secara efektif menciptakan sistem pay-to-win untuk propaganda.
Bayangkan sebuah pabrik bot di St. Petersburg atau sebuah kelompok kepentingan khusus. Dengan modal beberapa ribu dolar—uang receh bagi mereka—mereka dapat membeli ribuan akun 'terverifikasi'. Algoritma X, yang sekarang sangat bias terhadap akun Premium, akan mendorong narasi mereka ke tab 'For You' jutaan pengguna. Ini bukan lagi tentang konten terbaik yang menang; ini tentang siapa yang memiliki anggaran terbesar untuk mempermainkan sistem.
👀 Bagaimana Algoritma 'For You' Memanipulasi Emosi Anda?
Kode sumber X yang sebagian dibuka (open source) mengungkapkan sebuah kebenaran yang tidak nyaman: algoritma ini mendewakan interaksi di atas segalanya. Dan apa yang memicu interaksi paling cepat? Kemarahan.
- Polarisasi: Tweet yang memicu perdebatan sengit diberi bobot lebih tinggi.
- Retensi Pengguna: Video atau utas yang membuat anda berhenti menggulir (meskipun karena ngeri atau marah) dianggap sukses.
- Bias Elon: Laporan independen menunjukkan bahwa postingan Musk sendiri dan lingkaran dalamnya sering kali mendapatkan dorongan buatan (artificial boost) yang tidak masuk akal secara statistik.
Kanibalisme Perhatian
Istilah 'kanibalisme' di sini bukan metafora kosong. Model bisnis X saat ini memakan basis penggunanya sendiri. Untuk mengejar pendapatan iklan yang merosot (karena pengiklan besar lari ketakutan melihat konten neo-Nazi berdampingan dengan iklan sabun cuci), X semakin putus asa menahan pengguna di dalam aplikasi.
Tautan eksternal dihukum (penurunan jangkauan drastis jika anda menautkan ke Substack atau NYT). Judul berita dihilangkan dari kartu pratinjau, memaksa jurnalis untuk menulis 'clickbait' di tubuh tweet. Tujuannya? Isolasi. X ingin menjadi internet itu sendiri, sebuah walled garden yang dipenuhi gulma beracun.
Community Notes: Perisai Kertas?
Musk sering membanggakan Community Notes sebagai solusi ajaib melawan disinformasi. Konsepnya mulia: crowdsourcing kebenaran. (Terdengar demokratis, bukan?). Namun, mari kita bersikap skeptis. Sistem ini bergantung pada konsensus dari spektrum politik yang berbeda sebelum sebuah catatan ditampilkan.
Masalahnya? Pada topik yang sangat memecah belah—di mana disinformasi paling berbahaya—mencapai konsensus itu mustahil. Akibatnya, kebohongan yang paling polarisasi sering kali lolos tanpa catatan koreksi karena 'juri' tidak pernah sepakat. Ini bukan kegagalan sistem; ini adalah fitur dari desain yang mengutamakan konflik.
Apakah X akan mati? Mungkin tidak dalam semalam. Tapi ia sedang bermutasi menjadi sesuatu yang mengerikan: sebuah ruang gema raksasa di mana kebenaran adalah komoditas yang bisa ditawar, dan satu-satunya yang benar-benar bebas adalah pemiliknya.
Geek, hacker et prophète à temps partiel. Je vous explique pourquoi votre grille-pain va bientôt dominer le monde. L'IA, la crypto et le futur, c'est maintenant.
