Olahraga

Copa del Rey: Pesta Gol di Lapangan, Neraka di Laporan Keuangan

Sementara para suporter merayakan lolosnya tim kesayangan ke babak selanjutnya, ada realitas gelap yang tersembunyi di balik papan skor. Apakah kemenangan ini benar-benar prestasi, atau hanya penundaan eksekusi bagi klub-klub yang sekarat secara finansial?

TR
Taufik Rahman
15 Januari 2026 pukul 22.013 menit baca
Copa del Rey: Pesta Gol di Lapangan, Neraka di Laporan Keuangan

Mari kita hentikan sejenak sorak-sorai di tribun. Ya, hasil Copa del Rey terbaru sudah keluar. Raksasa-raksasa La Liga mungkin tersenyum lebar di depan kamera, dan tim divisi bawah yang membuat kejutan sedang menikmati 15 menit ketenaran mereka. Tapi, jika Anda menyingkirkan konfeti dan melihat buku besar akuntansi, ceritanya berubah menjadi horor.

Sebagai seorang analis yang lebih sering melihat neraca rugi-laba daripada tayangan ulang VAR, saya harus bertanya: Apakah kita sedang menonton olahraga, atau sebuah skema Ponzi emosional?

Kemenangan yang 'Mahal'

Narasi romantis Copa del Rey selalu sama: David melawan Goliath. Sebuah tim dari desa kecil menjamu Real Madrid atau Barcelona. Indah, bukan? (Setidaknya sampai Anda melihat tagihan operasionalnya). Bagi klub-klub kecil, menjadi tuan rumah adalah rejeki nomplok. Tapi bagi raksasa yang sedang sakit finansial—sebut saja Barcelona atau Valencia—setiap kemenangan di Copa del Rey adalah pedang bermata dua.

Mereka harus menang demi gengsi dan sponsor. Namun, hadiah uang dari turnamen ini sebenarnya... menyedihkan. Mari kita bedah angkanya secara brutal. Apakah sepadan mempertaruhkan cedera pemain bintang yang gajinya setinggi langit demi trofi yang hadiahnya bahkan tidak cukup untuk membayar listrik stadion selama setahun?

KomponenEstimasi Nilai (Euro)Perspektif Skeptis
Juara Copa del Rey~€600.000 - €1 Juta (Hadiah Langsung)Bahkan tidak cukup untuk membayar gaji mingguan Frenkie de Jong.
Hak Siar (Alokasi RFEF)Variatif (Maks ~€30 Juta total pool)Dibagi ke ratusan tim. Recehan bagi klub elit.
Risiko Cedera BintangKerugian Aset Senilai €50-100 JutaSatu tekel buruk di lapangan lumpur bisa menghancurkan musim (dan nilai jual pemain).

Anda lihat tabel di atas? Itu bukan statistik olahraga; itu adalah dakwaan terhadap manajemen risiko yang buruk. Ketika sebuah klub merayakan kemenangan tipis 1-0 melawan tim divisi tiga, mereka sebenarnya sedang berjudi dengan aset ratusan juta euro di atas lapangan yang mungkin kualitas rumputnya lebih buruk daripada halaman belakang rumah saya.

Ilusi Prestasi di Tengah Badai Utang

Kita sering mendengar istilah "DNA Juara". Omong kosong. Dalam sepak bola modern, yang ada hanyalah "DNA Solvabilitas". Hasil pertandingan Copa del Rey minggu ini mungkin memberikan suntikan moral bagi para penggemar yang lelah dengan drama liga, tetapi itu tidak menghapus utang yang menggunung.

"Sepak bola Spanyol hidup dalam gelembung di mana kemenangan di lapangan dianggap sebagai pelunas utang. Padahal, memenangkan Copa del Rey bagi klub yang terlilit utang itu seperti membeli cat baru untuk rumah yang sedang terbakar."

Mengapa kita terus memuja hasil akhir tanpa mempertanyakan konteksnya? Klub-klub ini memanipulasi emosi kita. Kemenangan di Copa del Rey sering digunakan sebagai tameng oleh presiden klub untuk menutupi kegagalan manajerial. "Lihat, kami masih kompetitif!" teriak mereka, sementara auditor keuangan mereka diam-diam meminum obat penenang di ruang belakang.

Apakah Sevilla atau Barcelona benar-benar 'bangkit' dengan kemenangan ini? Atau mereka hanya memperpanjang nafas buatan? Jangan tertipu oleh skor akhir. Dalam ekonomi sepak bola saat ini, pemenang sejati bukanlah yang mengangkat piala di bulan April nanti, melainkan klub yang bisa mengakhiri tahun fiskal tanpa harus menjual hak siar masa depan mereka hanya untuk membayar tagihan katering.

TR
Taufik Rahman

Jurnalis yang berspesialisasi dalam Olahraga. Bersemangat menganalisis tren terkini.