Selebriti

Eric Dane: Di Balik Topeng 'McSteamy' dan Kebangkitan Gelap di Era Euphoria

Hollywood suka sekali membuang mainan lama. Namun, Eric Dane menolak untuk diletakkan kembali ke dalam kotak. Dari dokter bedah plastik yang necis hingga ayah paling bermasalah di televisi, ini bukan sekadar 'comeback'. Ini adalah strategi bertahan hidup yang brutal.

DS
Dian Sastro
20 Februari 2026 pukul 05.053 menit baca
Eric Dane: Di Balik Topeng 'McSteamy' dan Kebangkitan Gelap di Era Euphoria

Mari kita bicara jujur sebentar. Jika Anda bertaruh pada karier Eric Dane sepuluh tahun yang lalu, tepat setelah dia meninggalkan Grey's Anatomy, Anda mungkin akan kehilangan uang Anda. Hollywood penuh dengan mantan simbol seks tahun 2000-an yang kini hanya muncul di film-film streaming kelas B.

Tapi Dane berbeda. Dia main kotor. (Dalam artian terbaik).

Saya ingat bisik-bisik di lorong industri ketika nama Dane muncul untuk Euphoria. Banyak yang skeptis. "McSteamy? Benarkah?" Orang-orang lupa bahwa di balik senyum miring Mark Sloan itu, ada aktor yang lapar akan sesuatu yang lebih berdaging—dan jauh lebih gelap.

"Saya tidak mencari simpati. Saya mencari kebenaran dalam karakter yang rusak. Jika itu membuat penonton tidak nyaman, maka saya melakukan pekerjaan saya." – Eric Dane (Diskusi Panel Industri, 2023).

Relevansi Eric Dane saat ini bukan karena nostalgia. Bukan karena kita merindukan masa-masa indah Rumah Sakit Seattle Grace. Dia relevan karena dia berani menghancurkan citra dirinya sendiri di depan jutaan mata Gen Z.

Dari Idola Ibu-Ibu Menjadi Mimpi Buruk Gen Z

Transformasi menjadi Cal Jacobs adalah langkah jenius yang penuh risiko. Dia mengambil semua pesona fisik yang membuatnya terkenal, memutarnya 180 derajat, dan menjadikannya senjata.

Anda lihat polanya? Di Grey's, dia adalah fantasi. Di Euphoria, dia adalah realitas yang menakutkan tentang maskulinitas toksik dan represi seksual. Dia tidak mencoba untuk tetap muda; dia membiarkan uban itu terlihat, dia membiarkan wajahnya menunjukkan kelelahan. Dan internet? Mereka menyukainya. Istilah "Daddy" bergeser dari konotasi seksual yang ceria menjadi sesuatu yang lebih rumit, lebih edgy.

Itu adalah langkah "Insider" klasik: jika Anda tidak bisa lagi menjadi pangeran tampan, jadilah raja yang gila. Itu memperpanjang masa pakai karier Anda setidaknya dua dekade.

Kerentanan adalah Mata Uang Baru

Tapi ada lapisan lain di sini. Sesuatu yang jarang dibicarakan agen di makan siang mahal di Beverly Hills. Eric Dane tidak menyembunyikan iblisnya. Masalah kesehatan mental? Ketergantungan? Dia meletakkannya di atas meja.

Ketika dia berbicara secara terbuka tentang depresinya yang memaksanya mundur dari produksi The Last Ship, atau ketidakhadirannya yang mencolok selama beberapa acara promosi, dia tidak menggunakan jargon PR yang dipoles. Dia berbicara seperti manusia. Di era di mana selebriti terasa seperti algoritma yang diprogram untuk kesempurnaan, kekacauan Dane terasa... menyegarkan.

👀 [Rahasia Industri] Apa langkah selanjutnya untuk Dane?

Sumber di lingkaran casting menyebutkan bahwa Dane sedang diincar untuk proyek-proyek yang lebih 'gritty' di ranah film indie dan thriller psikologis. Setelah peran antagonisnya di Bad Boys: Ride or Die, produser melihat dia sebagai aktor karakter yang bisa membawa bobot berat, bukan lagi sekadar pemanis visual. Jangan kaget jika melihatnya di musim penghargaan dalam 2-3 tahun ke depan untuk peran yang benar-benar tidak terduga.

Jadi, apa yang membuatnya tetap relevan? Dia berhenti mencoba menjadi "McSteamy". Dia membunuh karakter itu sebelum penonton bosan. Eric Dane hari ini adalah aktor yang selamat dari mesin penggiling daging Hollywood, keluar dengan beberapa bekas luka, dan berkata, "Oke, apa lagi yang kalian punya?"

Dan bagi saya, itu jauh lebih menarik daripada sekadar wajah tampan di jas dokter.

DS
Dian Sastro

Jurnalis yang berspesialisasi dalam Selebriti. Bersemangat menganalisis tren terkini.