Setiap tahun, ritual ini berulang: pejabat melambaikan bendera, bus mengklakson, dan negara menepuk dadanya sendiri. Namun di balik spanduk mengkilap 'Mudik Gratis', apakah Jasa Raharja benar-benar memitigasi risiko kecelakaan, atau hanya menyelenggarakan kampanye humas berbiaya tinggi untuk menutupi kegagalan transportasi publik?
Jutaan pelamar, ribuan 'try-out' berbayar, dan satu obsesi: lolos algoritma BUMN. Apakah ini meritokrasi, atau sekadar industrialisasi kepanikan massal?
Di atas kertas, Antam adalah permata mahkota BUMN. Namun, ketika kita mengupas lapisan emasnya, baunya tidak selalu harum. Apakah ini benteng kedaulatan sumber daya kita, atau sekadar kasir mewah bagi pemain di balik layar?