Besok pukul 15.00 WIB, waktu seolah akan berhenti berdetak. Bagi ratusan ribu siswa, satu klik pada tautan darurat adalah lompatan ke masa depan atau awal dari rencana cadangan.
Jarum jam menunjuk angka sebelas malam ketika jutaan siswa mencari kepastian nasib pada sebuah portal simulasi, tanpa menyadari bahwa sistem yang menjanjikan kesetaraan ini justru memutar roda raksasa kapitalisme pendidikan.
Pukul dua pagi, kopi sachet ketiga, dan monitor yang berpijar kejam. Bagi ribuan remaja, simulasi TKA bukan sekadar latihan soal, melainkan ritual inisiasi brutal menuju gerbang kedewasaan yang menyempit.