Di Banjarmasin, matahari terbenam bukan sekadar pergantian jam. Ia adalah sinyal bagi sungai, pasar, dan jiwa untuk beralih ritme. Inilah kisah tentang bagaimana 'Urang Banjar' menyambut senja.
Detik-detik menuju Maghrib adalah thriller psikologis nasional. Di balik es buah yang berkeringat, jutaan jempol mengetik kalimat yang sama setiap tahunnya. Ini bukan sekadar doa, ini adalah kode budaya.
Jam 3:30 pagi. Mata berat, kesadaran masih setengah di alam mimpi, namun tangan menyuap nasi. Ada apa sebenarnya di balik ritual 'menyiksa' jam biologis ini? Spoiler: Ini bukan tentang kalori, ini tentang memprogram ulang jiwa.