Société

Detak Jantung Makassar: Saat Sirine Maghrib Mengendalikan Ekonomi Kota

Lupakan sekadar deretan angka di tabel imsakiyah. Di Makassar, jadwal buka puasa adalah komando tak tertulis yang menghentikan kekacauan lalu lintas dan memutar roda ekonomi miliaran rupiah dalam hitungan detik.

MC
Myriam CohenJournaliste
23 février 2026 à 11:052 min de lecture
Detak Jantung Makassar: Saat Sirine Maghrib Mengendalikan Ekonomi Kota

Bayangkan Anda berdiri di pinggir Pantai Losari, tepat pukul 18:05 WITA. Langit mulai memerah, semburat jingga memantul di kubah Masjid 99 Kubah, dan udara terasa... tebal. Bukan hanya karena kelembapan tropis, tapi karena antisipasi kolektif dari 1,5 juta manusia yang menahan napas (dan lapar) secara bersamaan.

Jika Anda melihat jadwal buka puasa Makassar hanya sebagai daftar jam dan menit digital di layar ponsel, Anda melewatkan inti ceritanya. Bagi warga Makassar, deretan angka itu bukan sekadar penanda waktu ibadah; itu adalah naskah drama kolosal yang dipentaskan setiap sore selama 30 hari.

Di kota ini, waktu tidak bergerak secara linear saat Ramadan. Waktu melambat drastis pada pukul 17:00, lalu meledak menjadi frenesi pada pukul 18:00.

Ekonomi Pisang Ijo dan Jalangkote

Mari kita bicara jujur. Momen ketika sirine berbunyi—atau bedug dipukul di masjid kampung—adalah pemicu transaksi mikro-ekonomi terbesar di Sulawesi Selatan. Dalam jendela waktu 90 menit sebelum jadwal buka puasa, uang berpindah tangan dengan kecepatan yang membuat pusing analis saham.

Pedagang kaki lima dadakan di Jalan Pettarani atau Hertasning tidak sedang sekadar berjualan; mereka sedang melayani kebutuhan biologis mendesak yang disinkronisasi oleh waktu. Jalangkote tidak digoreng sembarangan. Pisang ijo tidak disiram sirup merah semau hati. Semuanya dihitung mundur menuju detik yang ditentukan oleh Kementerian Agama.

👀 Mengapa 'War' Takjil di Makassar Terasa Lebih Intens?

Berbeda dengan kota lain, Makassar memiliki budaya kuliner yang agresif dan penuh gairah. 'Buka puasa' di sini seringkali berarti pesta kecil. Konsep mappanre temme (memberi makan orang yang tamat mengaji) atau sekadar berbuka bersama, menciptakan permintaan pasar yang masif terhadap gula, tepung, dan es batu. Ini bukan sekadar makan; ini validasi sosial.

Ritme Spiritual di Tengah Macet

Apa yang terjadi tepat satu menit setelah jadwal buka puasa tercapai? Keheningan. Ini momen favorit saya. Sebuah kota metropolitan yang biasanya bising dengan klakson angkot pete-pete dan knalpot brong, tiba-tiba senyap. Jalanan kosong. Seolah-olah ada tangan raksasa yang menekan tombol mute.

Inilah paradoks indahnya. Jadwal yang kaku itu justru menciptakan momen kedamaian komunal. Sopir ojek online mematikan mesin di pinggir jalan, berbagi air mineral dengan penumpangnya. Eksekutif berdasi melonggarkan kerah di lobi hotel mewah.

Namun, jangan tertipu. Keheningan itu hanya jeda babak pertama. Begitu sholat Maghrib usai, dan sholat Isya serta Tarawih menanti, ritme kota berubah lagi. Jadwal buka puasa Makassar bukan akhir hari; itu adalah peluit kick-off untuk kehidupan malam yang religius sekaligus konsumtif.

Jadi, ketika Anda mengecek jam berapa matahari terbenam hari ini, ingatlah: Anda tidak sedang melihat jam. Anda sedang melihat jadwal detak jantung sebuah kota.

MC
Myriam CohenJournaliste

Le pouls de la rue, les tendances de demain. Je raconte la société telle qu'elle est, pas telle qu'on voudrait qu'elle soit. Enquête sur le réel.